Lana

Selamat 8 Tahun Kakak.

December 14, 2016

Selamat 8 tahun Kakak. Pagi ini harusnya kita tiup lilin bersama, ditemani bunda, ayah dan adek, tapi pas kue ulang tahun sudah dikeluarin, entah mungkin lupa, pihak breadtalk tidak memasukan lilin di dalam kotak kue. Dan kita gak punya stok lilin ulang tahun di rumah, ke mini market dekat rumah pun gak ada lilin ulang tahun ini. Akhirnya acara tiup lilin di pagi hari sebelum ayah berangkat pun tertunda. Dan kita janji, sore pulang bunda kerja, kita akan tiup lilin bareng enin (nenek) tanpa ayah karena ayah harus ke kantor. Kakak hanya mengangguk saja tanda setuju tanpa komplain apa-apa.

 

Sekitar sebulan yang lalu, kakak mengikuti pertandingan kejuaraan taekwondo di Bandung. Tiga minggu sebelum hari bertanding, kakak selalu semangat, tidak pernah mengatakan “bunda aku capek” di setiap latihan, padahal bunda tahu, luar biasa tenaga yang kamu keluarkan. Latihan fisik jam sepulang sekolah selama 2 jam bahkan lebih dan setiap hari gak pernah membuat kamu tampak lelah, saya saja yang antar-jemput kadang menggerutu dan mengatakan capek dalam hati.

 

Saya tertegun, ketika hari H kejuaraan itu tiba. Dimana kakak mengatakan “bunda saya deg-degan”, sayapun memeluk dan memberikan sugesti postif kepada kamu, padahal jujur bunda pun sendiri khawatir karena ini kejuaraan pertama kamu sayang. Kamu maju ke lapangan sendiri, saat itu sabeum (panggilan pelatih) belum maju menemani kamu, kamu percaya diri untuk bertanding, luar biasa semangatmu nak dan kamu membuktikan bahwa kakak berhasil melawan rasa takutmu, dan menjadi pemenang.

 

Kakak, kamu selalu membuat bunda jatuh hati dengan sikap manismu. Masih ingat gak kak? Saat itu di RS. Hermina kakak menemani saya menunggu antrian dokter yang cukup lama, bunda saat itu terdiam cukup lama, kakak mengatakan “bunda sakit ya? Jangan takut ya, bunda pasti sembuh”, dan kamu memeluk bunda. Adik yoona pun ikut memeluk bunda. Dan kalian memgucapkan syafakumullah, semoga Allah memberi kesembuhan untuk bunda, dan air mata gak kerasa keluar saat memelukmu dan adik Yoona.

 

Ketika saya didiagnosa dokter bahwa saya sakit (untuk ini saya belum bisa cerita) dan diharuskan saya untuk rutin periksa laboratorium dan radiologi, konsumsi obat yang jumlahnya subhanallah setiap hari, kadang membuat saya putus asa. Malam itu saya menangis sendiri di kamar, kakak masuk dan bertanya. Tanpa saya jawab, kakak memeluk bunda dan berkata, bunda jangan sedih ya kan kata ayah, Bunda pasti sembuh.

 

Kakak sikap kamu selalu manis, meski kita sering berantem itu karena bunda yang suka lupa bahwa kamu masih kecil, belum bisa menayamakan ego kita. Anakku sayang, di hari lahirmu hari ini, bunda hanya bisa berdoa kepada Allah SWT, semoga kakak selalu diberi kesehatan yang baik, bahagia di setiap jalan kehidupan yang sudah digariskan oleh sang Pencipta, dan terpenting kakak memiliki akhlak yang baik, selalu ada Allah SWT di dalam hati kakak. Menjadi baik itu wajib, kalau kakak baik, alam semesta dan orang-orang di sekeliling kakak juga akan baik kepada kakak.

file-1-3

Lana. We love you!

(Commuter line menuju stasiun sudirman) ◦

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply feni feni December 14, 2016 at 4:51 pm

    I love Kakak Lana, too! Manis sekali, aku terharu.. sakit tapi masih bisa ngasuh Kami.

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: