Stories Works

Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Bayi-Balita

November 20, 2015

IMG_9162

Senang sekali bisa mengikuti acara Pampers tanggal 10 November 2015 yang lalu, Jelajahi Dunia Tidur Bayi-Balita bersama Pampers di Hotel Le Meridien. Selain bertemu dengan beberapa teman dari The Urban Mama, saya juga bisa melihat langsung Alodita dengan baby Aura Suri, Gisella Anastasia dengan Baby Gempita dan Artika Sari Devi, dimana mereka adalah brand ambassador Pampers.Sebelum acara dimulai, kami disuguhin snacks dan minuman panas/dingin. Kami pun dibawa ke satu ruangan dimana para peserta yang hadir bisa melihat sejarah perkembangan Pampers dari 50 tahun yang lalu. Yess benar Pampers sudah hadir jauh sebelum saya lahir, pantesan ya Pampers ini menjadi top of mind ibu-ibu. Mau beli diapers meski merknya bukan Pampers, pasti nyebutnya Pampers, ya kan? Di Indonesia sendiri, Pampers sudah hadir selama 15 tahun.

Tidur berkualitas ternyata sangat penting untuk perkembangan anak. Menurut Dr.dr.Soedjatmiko, SpA(K) bahwa tidur bukan hanya untuk menghilangkan lelah, tetapi banyak proses yang terjadi ketika anak sedang tertidur. Ada dua siklus penting yang terjadi saat anak tertidur, yaitu siklus REM (rapid eye movement) dan Siklus Non REM (Non rapid eye movement). Fase REM adalah fase saat bayi tertidur dengan keadaan bola mata, tangan, jari-jari yang kadang bergerak. Biasanya hingga bayi usia 2 atau 3 tahun, bayi akan memerlukan fase REM selama 4-5 jam pertama saat dia tertidur di malam hari. Fase REM ini terjadi konsolidasi emosi dan kognitif berdasarkan pengalaman anak hari itu. Apa pun pengalaman yang ia dapatkan pada hari tersebut, baik senang atau sedih, semuanya akan disimpan di dalam otak, dan digunakan untuk esok atau kemudian hari. Bila siklus ini terganggu, perkembangan emosi dan kognitif anak juga bisa terganggu sehingga nantinya ia sulit menyerap informasi dari lingkungannya. Biasanya kalau terganggu, bayi akan rewel. Oleh karena itu pertumbuhan otak bayi lebih banyak dipicu pada fase ini. Sementara fase Non REM adalah fase saat pertumbuhan fisik bayi terjadi. Dalam fase ini, hormon-hormon pertumbuhan akan meningkat, seperti berat badan dan tinggi badan.

Banyak hal yang dapat mendukung kualitas tidur bayi, salah satunya adalah faktor kenyamanan kulit, segala sesuatu yang menyentuh kulit bayi, misalnya pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat dan diapers yang digunakan. Usahakan diapers yang digunakan tetap kering sehingga kulit bayi juga tetap kering. Sepanjang malam, biasanya bayi mengeluarkan urine atau pipis sebanyak 150-200cc, jadi kebayang kan kalau diapersnya gak oke, bisa bocor dan membuat bayi gak nyaman sepanjang tidurnya. Kalau berbicara diapers sih, saya #pakaiPampers. Sejak Lana anak pertama lahir hingga adiknya Yoona. Suka #pakaipampers karena gak bulky dan daya serapnya oke. Saat ini Yoona juga masih pakai Pampers Baby Dry Pants.

Saya pun takjub ketika diadakan demo tentang teknologi Pampers Baby Dry pants di mini lab yang sudah disiapkan. Ada dua diapers yang diuji coba, salah satunya Pampers. Ketika cairan yang diasumsikan adalah pipis bayi sebanyak 200cc dituang di kedua dipers, terlihat Pampers Baby Dry Pants ini lebih cepat menyerap dan langsung kering. Menurut Zoe Liu, Scientific communications baby care Asia Pasific P&G, Pampers Baby Dry Pants ini memiliki 2 extra layers dan super gel. Super gel ini juga sudah dipatenkan. Teknologi super gel inilah yang mengunci basahan hingga 99,9% dan memastikan kulit bayi tetap kering sepanjang malam. Super gel pada Pampers Dry Pants terbukti lebih cepat menyerap sehingga meminimalisir kontak cairan dengan kulit bayi, inilah yang menjadikan kulit bayi tetap kering. Canggih ya! Selain itu, Pampers Dry Pants ini juga mengandung mild lotion yang melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam.  Keren banget ya Pampers Dry Pants ini. Tentunya semakin yakin deh #pakaipampers untuk Yoona dan tentunya menyarankan mama yang lainnya juga untuk #PakaiPampers.

Setelah sesi demo berlangsung, acara dilanjutkan dengan ngobrol bersama brand Ambassador Pampers, Artika Sari Devi dan Gisella Anastasia serta mbak Febrina Herlambang, selaku Communication Manager P&G Indonesia. Mbak Febrina menceritakan tentang sejarah lahirnya Pampers sebagai inovasi popok sekali pakai Pampers yang berawal pada tahun 1961, ketika Victor Mills, seorang insinyur produk yang bekerja di P&G mengganti popok kain untuk cucunya yang baru lahir. Victor menginginkan popok yang lebih baik dan nyaman untuk cucunya. Sehingga dia meminta bantuan sesama peneliti dalam mengembangkan kepraktisan dan menjadikan produk sekali pakai yang lebih baik.

Perjalanan sejarah Pampers ini juga dirasakan oleh, Artika Sari Devi dan Gisella Anastasia, “Sudah tidak perlu diragukan lagi ketika kita membicarakan tentang popok bayi, sudah pasti Pampers yang terbersit pertama kali di kepala saya untuk anak saya! Apalagi Pampers adalah pelopor popok sekali pakai dan merupakan popok dengan penjualan No.1 di dunia, ujar Artika Sari Devi, Brand Ambassador Pampers. Saya bisa dibilang menjadi saksi perjalanan inovasi Pampers para ibu dari masa ke masa, jauh sebelum saya menjadi seorang ibu dan akhirnya menjadi ibu dengan dua anak.  Begitu pula yang dialami oleh Gisella yang selalu takjub bagaimana putrinya Gempi dapat tidur lelap sepanjang malam setiap hari.

Senang sekali mendengar cerita bahagia mereka, happy mama banget :)

Acarapun ditutup dengan makan malam bersama, menu makannya lezat dan enak. Terima kasih The Urban Mama dan Pampers atas kesempatan yang sangat menyenangkan ini.

 

 

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply zata November 25, 2015 at 6:59 am

    Wahhh lengkap banget liputannya, Peh!

    gw pun saat datang ke acara tersebut terkagum2 dengan apa yang gw lihat dan dengar, mulai dari sejarah Pampers sampai pembuktian mengenai kelebihan2 Pampers, tambah tenang #pakaiPampers

    • Reply Ipeh November 26, 2015 at 9:29 am

      padahal duduk di belakang ya ta, gue takjub banget dengan materi dokter dan demo penggunaan pampers ini, langsung terekam baik di otak gue, dan berjalan di siklus REM saat gue tidur, hahaa. Apaa coba :)

  • Reply penyebab dan pengobatan keloid September 17, 2016 at 10:51 am

    makasih bun,,, referensi bagus buat saya kalo nanti punya anak… jadi gak khawatir lagi,,,

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: