Breastfeeding Yoona

Menyusui Lebih dari 2 tahun, bolehkah?

August 14, 2015

Saya sering mendapatkan komentar negatif ketika beberapa ibu melihat saya yang sedang menyusui Yoona (27 bulan) di nursing room, “kok masih ASI bu anaknya kan udah gede”, emang bagus ya ASI-nya?, Bukannya kalau udah 2 tahun ASI udah mulai basi dan gizinya gak bagus? dan beberapa sederetan pertanyaan lainnya.. Saya kadang membalas dengan senyuman. Iya saya belum berhasil untuk weaning with love ke Yoona, putri kedua saya. Bukannya saya tidak ingin mencoba, tetapi saya belum berhasil. Beberapa kali saya meninggalkan Yoona keluar kota, mungkin dengan saya bepergian dan tidak ada di sampingnya dia bisa “lupa” untuk menyusu langsung, ternyata tidak. Ketika saya di rumah, dia kembali menangis dan meminta untuk disusuin. Beberapa saran lainnya supaya payudara saya diberi dedaunan pahit atau pewarna lainnya supaya Yoona enggan untuk menyusu, namun ini belum saya praktikkan. Saya tidak ingin momen indah ini berakhir dengan kisah yang kurang menyenangkan untuk Yoona :)

Saya pun rajin membaca forum dan membaca artikel menyusui untuk anak yang usianya lebih dari dua tahun (extended breastfeeding). Ada beberapa poin yang ingin saya bagi di sini mengenai manfaat extended breastfeeding:

Anak tidak mudah sakit dibanding anak seusianya yang tidak mendapatkan ASI

Saya merasakan ini, Yoona yang masih ASI hingga saat ini alhamdulillah jarang sakit. Meski Yoona sudah mendapatkan sebagian besar nutrisi dari makanan padat yang dia makan sehari-hari, namun ASI masih menyediakan kalori, kekebelan untuk anak, vitamin dan enzim yang dibutuhkan. Beberapa penelitian juga mengatakan hal serupa:

  • Anak balita yang disusui antara usia 16 dan 30 bulan telah terbukti lebih jarang mengalami sakit dan kalaupun sakit, durasinya lebih singkat, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak disusui. (Gulick, 1986).
  • Goldman 1983, Goldman & Goldblum 1983, Institute of Medicine 1991). Zat Antibodi banyak terdapat di dalam ASI pada saat menyusu. Faktanya faktor imunitas meningkat pada tahun kedua dan pada saat menyapih.
  • Menurut WHO, “Peningkatan kecil saja pada tingkat menyusui/pemberian ASI, dapat mencegah sampai dengan 10% dari seluruh angka kematian anak di bawah usia 5 tahun: Menyusui/pemberian ASI memiliki peran yang esensial dan peran yang kadang diabaikan atas perawatan dan pencegahan penyakit pada anak.
Anak menjadi lebih Pintar

Beberapa hasil penelitan menunjukkan bahwa pemberian ASI telah menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi ASI/disusui dalam jangka waktu lama, memiliki hasil pencapaian kognitif yang terbaik.

Anak memiliki Hubungan Sosial yang Baik

Anak yang memutuskan untuk berhenti sendiri menyapih akan merasa lebih aman dan nyaman dibanding anak yang dipaksakan kemandiriannya (dipaksa untuk berhenti menyusu).

  • Menurut Elizabeth N. Baldwin, Esq. dalam “Extended Breastfeeding and the Law”: “Menyusui adalah suatu cara yang hangat dan penuh cinta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan balita dan anak-anak. Tidak hanya menyusui menyenangkan bagi mereka, tapi juga meningkatkan energi mereka; juga menenangkan keputusasaan mereka, luka dan memar, dan stres yang timbul setiap hari dari masa anak-anak usia dini. Tambahan lagi, menyusui melebihi usia bayi, membantu anak melakukan peralihan secara bertahap menuju masa anak-anak mereka.
  • Baldwin melanjutkan: “Memenuhi kebutuhan anak akan ketergantungan adalah kunci untuk menolong mereka mencapai kemandirian. Tiap anak akan bertumbuh dan akan meninggalkan kebutuhan akan ketergantungan ini pada jadwal unik mereka masing-masing. Anak-anak yang mencapai kemandirian dalam waktunya sendiri akan merasa lebih aman dalam kemandiriannya itu dibandingkan mereka yang kemandiriannya dipaksakan sebelum waktunya.
Menyusui juga baik untuk kesehatan ibu

Pemberian ASI eksklusif untuk waktu yang lebih lama ternyata terkait dengan rendahnya resiko kanker payudara dan kanker ovarium untuk urban mama.

Anak menjadi lebih mandiri

Anak yang menyapih dirinya sendiri akan jauh lebih mandiri karena ia mendapatkan rasa keamanan dan kenyamanan dari ibunya (ketika menyusu) sampai akhirnya ia berhenti sendiri. Pada saat ia memutuskan untuk berhenti menyusu, ia menyebabkan lebih mandiri. Kathleen Huggins, author of The Nursing Mother’s Companion, when in fact, the opposite is true. Forcing a child to stop nursing before he’s developmentally ready won’t necessarily create a more confident child“ rather, it could make him more clingy.

Banyak keuntungan-keuntungan lainnya yang saya rasakan tentang extended breastfeeding ini, misalnya ketika saya bepergian keluar kota, dimana saya tidak menemukan susu UHT yang Yoona suka, saya bisa langsung menyusui tanpa khawatir. Dan yang terpenting hubungan/bonding yang kuat antara saya dan Yoona terbentuk ketika saya bisa menyusui Yoona, saya bisa melihat mukanya sambil berbicara atau bercanda, dan kadang ia pun membalasnya dengan senyuman. momen ini yang masih belum rela “kami” lepaskan. Saya pun tetap berusaha untuk menyapih Yoona dengan cinta (weaning with love) dan biarlah Yoona sendiri yang memutuskan untuk meyapih dirinya sendiri dan dapat menentukan waktunya sendiri tanpa ada paksaan.

References
  • http://www.babycenter.com/0_extended-nursing-is-it-for-you_8496.bc
  • http://kellymom.com/ages/older-infant/ebf-benefits/#Immunological

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply Sandra August 26, 2015 at 1:16 pm

    Seneng punya temen yang nyusuin si kecil lebih dari 2tahun :) Selama ini kadang suka galau karena Raya blm bisa disapih, dan agak gimanaaa gitu kalau denger cerita Ibu2 lain yg gampang nyapih anaknya…

    Intinya dinikmatin aja ya, semoga Raya nanti bisa lepas ASI pada waktunya… :)

  • Reply marsha December 4, 2015 at 10:18 pm

    wahh hebat ya mom masih menyusui sampai lebih dari 2 tahun.. aku juga nih lagi berjuang asi, moga-moga bisa lulus sampe s3 juga.. :)

    • Reply Ipeh December 5, 2015 at 10:04 am

      mama marsha, sekarang aku lagi proses weaning, udah 2 malam Yoona gak nyusu lagi, drama sih apalagi pas tidur malam, tapi udah mulai berkurang. Aamin. tetap semangat ASI ya mama :)

    • Reply Ipeh December 12, 2015 at 3:07 pm

      aamiin, tetap semangat ya mama marsha, pasti bisa.

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: