#TUMBloggers Financial

Lima Prinsip Memilih Investasi

October 24, 2017

Tema investasi adalah tema ketiga yang diangkat di acara #IbuBerbagiBijak Visa Financial Literacy, setelah pembahasan pertama dan kedua mengenai Financial Check Up dan Budgeting dengan narasumber financial educator yang cantik, mbak Prita Ghozie. Menurut mbak Prita, hidup itu adalah pilihan, dan setiap pilihan yang kita ambil tentunya ada konsekuensi-nya.

DLLwWyCVAAAcDT-

Sama halnya Investasi. Perumpamannya, kita ingin membeli sapi, kita ingin membeli sapi trus digemukkan dan diternakkan kemudian dijual atau membeli sapi karena kita ingin menikmati susu perahnya saja?. Jika kita masih produktif, pilihannya sebaiknya kita membeli sapi untuk digemukkan dan dijual kembali, dan jika kita sudah pensiun, ya kita cukup menikmati susu perahnya saja. Analogi-nya kira-kira seperti itu, itulah Investasi.

 

Menurut mbak Prita, ada lima prinsip mengenai Investasi, yaitu:

1. Pahami Profil Resiko Investor. Ada tiga tipe profil investor yaitu konservatif (100% defensif), moderat (60% defensif, 40% agresif), dan investor agresif ( 30% defensif, 70% agresif). Semakin agresif maka semakin berani mengambil resiko.

2. Tentukan jangka waktu investasi. Sebelum berinvestasi, sebaiknya tentukan dulu tujuan keuangan yang ingin dicapai, sesuaikan dengan usia kita pada saat ini, dan kita juga harus menyesuaikan dengan berapa lama jangka waktu yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut. Kalau untuk kebutuhan jangka pendek, pilihannya boleh menabung saja. Namun, jika kebutuhannya masih lama, ya berinvestasi.

3. Ragamkan harta investasiApasih beda investasi, menabung dan spekulasi? Menabung merupakan kegiatan menyimpan uang, pertumbuhannya lambat. Investasi, minimal dilakukan selama 3 tahun, lebih lama waktunya lebih baik, tetapi resikonya juga meningkat. Sementara Spekulasi, bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang singkat (contohnya trading), tetapi resikonya paling besar dibanding menabung dan investasi. Kebayang kan perbedaannya?

 

Menurut mbak Prita, ada tiga ragam investasi yang dapat dilakukan:

  • Aset fisik: aset berwujud nyata seperti logam mulia, jasa sewa mainan, dsb. Sebaiknya sih setiap orang memiliki investasi fisik seperti ini
  • Surat berharga: contohnya deposito, obligasi, saham, dsb
  • Bisnis, seperti franchise dan usaha

Tentunya setiap Investasi mengandung resiko, yaitu resiko likuiditas, resiko volatilas harga, resiko gagal bayar, resiko pasar, seperti halnya berinvestasi di saham yang harganya naik dan turun, bergantung pada harga di pasar. Profile resiko ini memiliki korelasi dengan instrumen investasi apa yang cocok dengan kita.

Sebenarnya ada satu hal resiko yang paling besar dalam berinvestasi, yaitu apabila kita terkena risiko penipuan berkedok investasi atau Investasi Bodong. Bagaimana caranya sih kita bisa tahu apakah investasi yang kita lakukan adalah penipuan atau tidak? Kita bisa cek ke OJK yang jelas memiliki daftar perusahaan investasi bodong atau instansi pemerintah terkait.

slide yang dipaparkan oleh Mbak Prita

4. Lakukan investasi secara bertahap dan berkala. Investasi itu butuh proses, hasilnya tidak cepat karena ada proses di dalamnya, ada pula strategi dalam berinvestasi. Ada 3 cara yang sebaiknya dilakukan dalam berinvestasi agar tidak terjerat kerugian yang besar, yaitu pertama dengan melakukan cost averaging, atau secara bertahap dan sedikit demi sedikit kita mulai menabung instrumen investasi dan bukannya sekaligus, kedua dengan melakukan diversifikasi, tidak berinvestasi hanya di satu jenis investasi saja (logam mulia saja, properti saja, reksadana dan saham saja), namun ada keseimbangan antar instrumen investasi, serta ketiga dengan perpanjangan waktu. Risiko berinvestasi tidak dapat dihindari, tetapi pada umumnya dapat diminimalisir dengan lamanya jangka investasi.

5. Evaluasi dan lakukan perubahan alokasi bilamana perlu. Meskipun sudah berinvestasi dengan benar tetap ya lakukan evaluasi apalagi jika tujuannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Bagaimana, sudah siap untuk berinvestasi?

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: