#TUMBloggers

Lima Belas Menit untuk Menjadi Ibu Bersinar

September 26, 2017

Apa sih yang menjadi passion kamu? Ketika saya ditanya dan diminta mengisi apasih yang menjadi passion saya, saya kemudian diam sejenak. Dulu waktu kecil, saya pernah bermimpi menjadi guru. Namun setelah lulus kuliah dan bekerja sebagai banker selama 5 tahun, akhirnya saya memilih resign. Saya menjadi full time mama sekaligus bekerja remote worker di The Urban Mama.

Saat menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, pekerja remote kantoran, waktu 24 jam rasanya kurang cukup. Pagi dinihari saya harus menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak sekolah, mengantar anak-anak ke sekolah, bekerja, menjemput anak-anak, mengantarkan mereka les, menyiapkan makanan untuk makan malam, membereskan rumah, mencuci piring, dsb. Rasanya waktu ini tidak cukup.

Sebagai ibu, saya merasa bahwa peran dan tanggung jawab saya lebih besar untuk pekerjaan rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak. Saya kadang merasa bersalah jika meninggalkan anak-anak di rumah untuk me time ataupun mengerjakan hal lainnya yang bersifat pribadi, hobi atau yang menjadi passion saya. Sebenarnya saya ingin sekolah lagi, belajar menjahit, menulis, tapi kok gak sempat ya, gak ada waktu. Blog aja jarang sekali diupdate.

Ternyata, bukan hanya saya lho yang mengalami hal ini. Ternyata menurut survei yang dilakukan oleh Sunlight, 7 dari 10 perempuan mengakui kesibukan sehari-hari yang menyita waktu bisa menjadi hambatan untuk mengejar mimpi terpendamnya. Bahkan menurut mbak Veronika Utami selaku Head of House Hold Care PT. Unilever Indonesia, Tbk. saat acara Konferensi Pers #IbuBersinar Sunlight tanggal 19 September beberapa hari yang lalu, mengatakan bahwa perempuan Indonesia dihadapkan berbagai kesibukan yang menyita waktu, 60% diantaranya terus berusaha mewujudkan mimpinya bahkan ketika mereka sudah berkeluarga dan bekerja. Nah sama banget nih sama saya! Alasannya selalu karena gak ada waktu :)

Psikolog Anak dan Keluarga, mbak Ratih Ibrahim juga mengemukakan hal yang sama, bahwa ibu yang bekerja di rumah sering sekali melupakan kepentingan dirinya sendiri, lebih fokus mengutamakan kepentingan keluarga dan jarang memiliki waktu luang, sehingga seorang ibu sering sekali menyampingkan impian atau passionnya. Padahal menurutnya, seorang perempuan, seorang ibu juga berhak mewujudkan impiannya. Karena seorang ibu yang menjalankan passionnya bisa membawa banyak dampak positif bagi dirinya dan juga orang-orang di sekitarnya, termasuk anak-anak. Hal ini juga menjadi bagian dari aktualisasi diri sebagai seorang perempuan. Bukannya ibu yang bahagia berarti anak-anak dan keluarga juga bahagia, happy mom – happy family :)

Menurut mbak Ratih, self actualization atau aktualisasi diri dibutuhkan untuk oleh para perempuan untuk mendukung peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Secara umum, orang yang telah mencapai aktualisasi diri akan:

  • menerima dirinya dan orang lain
  • mampu membangun dan menjaga relasi yang dalam dan berarti
  • Memiliki tujuan dan melakukan suatu hal secara teratus untuk mencapainya
  • mengalami momen-momen kebahagiaan yang dalam dan berarti
  • mampu menunjukkan empati dan belas kasihan kepada orang lain
  • mampu mengapresiasi segala kebaikan dalam hidup

Kebayang tidak sehatnya ya jika sebagai seorang ibu kita tidak dapat mencapai aktualisasi diri. Menurut mbak Ratih, ibu yang tidak bahagia karena tidak dapat mengaktualisasikan dirinya, akan tampak murung, mudah tersinggung, cepat marah. Gak mau dong kaya gini. Trus bagaimana caranya agar kita dapat mengaktualisasikan diri dengan benar?

Inilah yang dikampanyekan oleh Sunlight sebagai sabun cuci piring terkemuka di Indonesia, yang ingin menginspirasi Perempuan Indonesia untuk gunakan waktu luangnya untuk wujudkan mimpi dan potensi yang dimiliki. Bagaimana caranya? Kuncinya adalah support system dan micro learning.

Support System.

Seorang ibu sebaiknya mendapatkan dukungan dari keluarga untuk menjadi #ibuBersinar. Seorang ibu juga harus pintar mengatur agar pekerjaan rumah tangga dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien. Salah satunya, gunakan produk yang berkualitas. Misalnya, saat mencuci piring, ibu bisa menggunakan Sunlight karena dengan keunggulan mencuci 5x lebih cepat dibanding sabun cuci lainnya. Sunlight memberikan ekstra waktu setiap hari yang jika dimanfaatkan dengan baik dapat membantu perempuan Indonesia melakukan kegiatan produktif lainnya, me time, melakukan hobi-nya dan mewujudkan passionnya.

Micro Learning.

Sunlight melalui penelitiannya ‘Pocket of potential: How micro-learning during pocket time can lead to new skills and oppurtunities’ mengungkapkan bahwa setiap orang dapat mewujudkam impian atau passion yang mereka miliki dengan menyediakan waktu 15 menit setiap harinya dengan mempelajari dan mengulangi keterampilan yang sama. Menurut mbak Ratih, Lima belas menit mungkin bukan waktu yang singkat, tetapi kita dapat memperkaya diri dengan memaksimalkan 15menit per hari, lho.

 

Next step: Saya akan menulis apasih yang menjadi passion atau mimpi saya dan selanjutnya membuat daftar apa yang harus saya lakukan untuk mencapai impian tersebut. Mimpi saya saat ini adalah “Menulis dan Update Blog secara konsisten”, dengan salah satu caranya adalah: meluangkan waktu 15 menit setiap hari untuk membaca, blog walking, menulis ide dan tema blog, dsb. Mungkin selanjutnya, mimpi lain yang saya akan wujudkan adalah “membuat usaha online” :)

Kalau teman-teman, apasih yang menjadi passion mama saat ini?

Senang sekali dengan kampanye #IbuBersinar Sunlight ini, open minded banget buat saya dan semoga juga menjadi inspirasi untuk teman-teman juga yang membaca tulisan ini. Yuk mari menjadi #ibuBersinar. Jangan lupa kunjungi website Sunlight untuk informasi lengkap mengenai kampanye #IbuBersinar karena kampanye ini memiliki program-program yang sangat menarik bersama beberapa mentor inspiratif seperti Chef Ririn Marinka, Fashion Designer Ria Miranda.

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: