Financial

Investment, Kids & Money

September 6, 2010

Sebenarnya saya pernah menulis artikel ini buat The Urban Mama, tapi saya publish lagi di blog ini, biar temen-temen yang belum join di TUM juga bisa membaca artikel ini.

Jumat, 27 Agustus 2010 kemaren, saya menghadiri acara Cikal Bincang-Bincang dengan pembicara Ligwina Hananto, seorang Financial Planner dari QM Financial. Teman-teman pasti udah pada kenal deh sama ibu muda satu ini.  Saya dapet info tentang acara ini dari salah satu account di twitter, nyoba nelp ke reservationnya ternyata untuk ikut acara tersebut cukup bayar Rp 50.000,- yang nantinya uang tersebut akan disumbangkan ke RUMAH KITA (Sarana rumah singgah bagi anak penderita kanker serta pendamping untuk keluarga pra sejahtera).

Ada dua topik yang dipaparkan yaitu Manage your Money Wisely (oleh Ligwina Hananto) dan Kids & Money oleh Najelaa Shihab (Principal Sekolah Cikal). Ada beberapa points penting dari kedua topik tersebut.

Dana pendidikan

Ngomongin dana pendidikan, berarti bicara mengenai uang pangkal, uang bulanan, tahunan, uang buku, dan uang lainnya yang terkait  kegiatan sekolah. Mamas pastinya udah punya rencana dong anaknya ntar disekolahin kemana? Kalau udah, mari  buat plan dengan catatan Inflasi TK s.d SMA sebesar 20%, Inflasi Sarjana-1 10%. Udah ketemu angkanya? Saya sih shock waktu tau kalo Lana butuh biaya pendidikan sekitar Rp 4M  sampai Sarjana 1.  Untuk investasi sebanyak ini, bagaimana caranya ya? Menabung di Bank, Asuransi Pendidikan atau Investasi dimana ya? Ada perbandingan menyiapkan dana Pendidikan dengan Menabung atau Investasi dibawah ini :

Level Perk Biaya – FV (Rp) Jgk Waktu (Thn) Perkiraan hasil Investasi – FV (Rp) Investasi per Bulan Target Rata2 hasil Investasi Menabung setiap Bulan
TK 15.000.000 3 25.920.000 645.370 7% 720.000
SD 30.000.000 5 74.649.600 956.036 10% 1.244.160
SMP 20.000.000 11 148.601.674 441.644 15% 1.125.770
SMA 20.000.000 14 256.783.693 169.344 25% 1.528.474
S1 850.000.000 17 4.296.299.742 1.326.266 25% 21.060.293
Total 935.000.000 Total 4.802.254.709 3.538.660 Total 25.678.697

Nah, perbandingannya jelas banget yak. Menabung di Bank untuk pendidikan dari TK-SD dibutuhkan biaya Rp 25,6 juta/bulan. Sedangkan Investasi hanya Rp 3,5juta/bulan. Ayoo pilih mana? Dipilih-dipilih…

Dana Pensiun

Sama halnya dengan Merencanakan Dana Pensiun. Gak mau dong mamas/papas diusia pensiun nanti, kita merepotkan anak/cucu kita, oleh karena itu Keuangan kita harus direncanakan sebaik mungkin! Cek arus kas keuangan kita!

  1. Switch & Active your Money. Bukan penghasilan yang kita terima tiap bulannya  dikurangi pengeluaran dan sisannya baru di investasikan, melainkan penghasilan yang kita terima langsung di investasikan (minimal 10% dari total penghasilan/bulan), sisanya untuk pengeluaran (cicilan utang, Premi Asuransi, Dana pendidikan, dsb).  Penghasilan / bulan : Rp 20jt? Setelah gajian, langsung deh investasiin minimal Rp 2juta, sisanya Rp 18juta untuk pengeluaran.
  2. Tujuan Lo Apa? Kalau mau berinvestasi,  sebaiknya identifikasi tujuan kita apa (harus sesuai dengan kebutuhan ya).  Jangka waktu & future value yang dibutuhkan berapa? Masih punya utang kartu kredit dengan jumlah besar? Hapus dulu KK-nya baru mulai berinvestasi. Boleh menggunakan KK, tapi pemakaian bulan ini harus dilunasi bulan berikutnya, jangan bayar bunganya aja :D
  3. Punya dana 100juta? Tentukan akan digunakan untuk apa dana tersebut? Pisahkan untuk dana darurat, dana pendidikan, dana pensiunan, dan liburan, DP Kendaraan, dsb. Kita yang menentukan mau dibawa kemana uang tersebut.
  4. Dana darurat untuk single : Income / bulan x 4, sedangkan untuk yg telah menikah Income / bulan x 6.
  5. Mari berinvestasi. Pembelian reksadana secara reguler dan atau punya Bisnis/Property/Surat Berharga/Emas sebagai aset aktif. Semakin lama jangka waktu kita berinvestasi, semakin tinggi resiko dan hasil investasi yang akan kita hadapi. Memilih berinvestasi berarti harus tahu dan siap resiko yang ditimbulkan.
So, mari kita rencanakan keuangan kita dan mari kita berinvestasi!!

Beberapa points penting dari topik Kids & Money dari Najeela Shihab:

  1. Mengajarkan uang kepada anak-anak memang susah-susah gampang, malah ada bebrapa yang menghindri hal tersebut dengan alasan, orang tua gak punya waktu, bagaimana cara ngejelasinnya, dan keuangan adalah bersifat pribadi. Padahal kita selalu berinteraksi dengan uang, hampir tiap hari dan anak pun sering melihat kita mengeluarkan uang .
  2. Bicarakan kepada anak berapa banyak uang yang kita punya, bagaimana kita memperoleh uang tersebut dan sebaiknya digunaksn untuk apa uangnya. Tentunya dengan kata-kata yang tepat dan mudah dimengerti oleh anak. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mama bisa dapat uang karena mama kerja, mama senang bisa kerja disini. Tegaskan dari dini bahwa kalau kita melakukan sesuatu harus senang, fun melakukannya.
  3. Mengajarkan kepada anak tentang harga, misalnya membeli air mineral di kantin lebih murah dibandingkan di mall, karena di mall harus bayar tempat lagi, bayar pajak lagi, makanya mahal. Sehingga anak tau tentang konsep mahal, murah dan the art of bargaining.
  4. Jangan mengajarkan kepada anak tentang Hutang yak! Misalnya, anak lupa bawa uang jajan ke sekolah, bukan berarti kita bolehin dia mangambil apa aja dikantin, nanti mamanya yang bayar, Tidak! katakan, kamu gak boleh belanja karena kamu gak bawa uang.
  5. Biasakan dan berlakukan No Shopping Day dalam keluarga, ajarkan kepada anak bahwa dalam seminggu ada waktu satu hari yang gak boleh belanja, agar mereka tahu tentang saving.
  6. Mengajarkan konsep uang kepada anak mesti lewat contoh, biasakan ngobrol dengan anak dan lakukan tiap hari.

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply Roms December 24, 2014 at 4:29 pm

    “Biasakan dan berlakukan No Shopping Day dalam keluarga, ajarkan kepada anak bahwa dalam seminggu ada waktu satu hari yang gak boleh belanja, agar mereka tahu tentang saving.”
    penerapannya susah-susah gampang, soalnya kalau anak kecil pasti penasaran dan terus bertanya kenapa gak boleh gini dan itu..

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: