#TUMBloggers Financial

Ibu Bijak bisa Mengelola Anggaran dengan Baik dan Bijak

August 30, 2017

Masih ingat kan tulisan saya mengenai Financial Check Up yang tayang di sini. Di sesi kedua Visa Financial Literacy #IbuBerbagiBijak kali ini akan membahas mengenai Mengelola Anggaran dengan narasumber yang sama dengan sesi pertama, Financial Educator mbak Prita Ghozie. Sebelum membahas mengenai mengelola anggaran, mbak Adhe Hapsari (Director of Corporate Communications, Visa for Indonesia, Vietnam, Cambodia dan Laos) memberikan kata sambutan kepada kami seluruh peserta yang hadir, menurut beliau sesi ini merupakan lanjutan dari sesi pertama dari tiga rangkaian sesi dan berharap agar para peserta khususnya para ibu dapat menularkan pengetahuan mengenai keuangan keluarga ke kerabat, teman terdekat baik yang masih single maupun sudah berkeluarga dan juga viral ke sosial media.

file1-1

Sesi kedua kali ini mbak Prita membahas mengenai Budgeting & Saving. Menurut mbak Prita, setiap orang seharusnya bisa mengetahui basic needs-nya. Umumnya kebutuhan dasar setiap orang adalah: Menyiapkan uang pernikahan, Menyiapkan dana pembelian rumah, Menyiapkan dana pembelian mobil, Menyiapkan dana kelahiran anak, Menyiapkan dana pendidikan anak, Menyiapkan dana ibadah haji dan Menyiapkan dana pensiun. Mbak Prita menanyakan kepada kami, pernahkah diantara peserta, kami yang hadir mengkomunikasikan dan menyamakan kebutuhan antara istri dan suami. Mba Prita meminta kami menulis 4 hal bersama suami di rumah, yaitu Berapa persepsi anda terhadap anggaran rumah tangga yang biasa kita bayarkan dan 3 hal apa yang ingin kita lakukan bersama terhadap rumah tangga ini. Dari sini, kita bisa menetapkan prioritas keluarga yang diinginkan seperti apa.

Nah, menurut mbak Prita, ada 4 langkah dalam merencanakan keuangan keluarga, yaitu:

  1. Cek kebutuhan & tentukan prioritasnya
  2. Siapkan alokasi anggarannya
  3. Wujudkan impian
  4. Anggaran

file1-1

 

1. Cek Kebutuhan dan Tentukan Prioritas.

Menurut mbak Prita, Gaji tidak berhubungan langsung dengan kaya dan miskinnya seseorang tapi berhubungan dengan gaya hidup. Setuju gak? Setuju. Ini seperti kata pepatah, biaya hidup itu murah tetapi biaya pamer itu yang mahal, hihi. Oleh karena itu, sebaiknya wajib banget untuk memprioritaskan pengeluaran: kenali ini Butuh atau Mau. Jadi kalau tentukan prioritas, mau keinginan kita terwujud jangan menentukan kebanyakan prioritas.

Kebutuhan itu sebenarnya ada 2 jenis:

  • Kebutuhan saat ini: jatuh tempo kebutuhan dalam 12 bulan kedepan. Contohnya pengeluaran rumah tangga, bayar uang sekolah bulanan, etc
  • Kebutuhan masa depan: jatuh tempo kebutuhan diatas 12 bulan lagi. Contohnya: kebutuhan pendidikan anak, naik haji dan kebutuhan di masa tua.

Setelah mengecek kebutuhan kita apa, waktunya kita untuk menentukan prioritas, dan kemudian kita menyusun anggarannya. Di sesi pertama, mbak Prita sudah menginformasikan mengenai alokasi pengeluaran rutin keuangan keluarga. Nah alokasi ini dibedakan prioritasnya ya, yaitu:

  1. Zakat, Infaq, Sedekah
  2. Bayar Pinjaman/ Hutang
  3. Tabungan investasi
  4. Dana darurat
  5. Biaya hidup
  6. Tabungan dan biaya pendidikan
  7. Gaya hidup

Kalau mengenai pembagian %-nya kan sudah dibahas di sesi sebelumnya, kali ini yang dibahas adalah skala prioritasnya. Jadi, misalnya jika setelah gajian sudah dialokasikan sesuai dengan prioritas (1-6) dan tidak tersisa untuk belanja yang memenuhi gaya hidup (prioritas 7), yowes wassalam. Tapi, usahakan sih semua kebagian sesuai dengan porsi alokasi yang sudah disepakati bersama pasangan.

 

2. Mengelolah Anggaran.

Masih berkaitan dengan langkah-1 diatas, disini kita diajak untuk mengelola dan mengatur anggaran dengan seksama.

Zakat. Pengeluaran pertama yang harus disisihkan adalah zakat, infaq, sedekah sebesar 5%, ini juga bisa berupa kegiatan sosial ya misalnya kita menanggung biaya hidup anggota keluarga lain, pengeluaran ini masuk ke pos zakat ini. Jangan lupa bahwa penghasilan yang kita terima ada sebagian hak orang lain di dalamnya.

Assurance. Assurance ini beda dengan insurance, biasanya insurance sering dikaitkan dengan asuransi. Sementara Assurance adalah jaminan. Kita menjamin jika terjadi kondisi darurat, maka kita punya sesuatu yang bisa membantu kita, baik yang datang dari dana darurat ataupun dari asuransi.

Present Consumption atau kebutuhan rutin. Disini mbak Prita menegaskan bahwa jangan sampai kita sibuk berinvestasi tetapi untuk kebutuhan rutin kita ngutang. Jangan sampai membeli kebutuhan biaya bulanan dibayar cicil ya. Sebaiknya kebutuhan biaya bulanan itu dibayar secara lunas.

Mbak Prita juga menyarankan untuk TABUNG dulu baru BELI, bukan kita BELI dulu baru CICIL kemudian. Yang boleh dicicil itu yang termasuk Future Spending. Boleh sih kalau mau cicil tapi kondisi barang yang kita cicil tersebut punya masa pakai yang lebih panjang dibanding masa bayar kita. Misalnya, membeli kamera cicil 12 bulan, tapi masa pakainya lebih dari 12 bulan. Atau misalnya mau beli tiket liburan dengan cicilan, usahakan cicilannya lebih pendek dari jadwal berangkatnya ya.

Investment. Menurut mbak Prita ada perbedaan konsep antara menyisihkan uang & investasi. Kalau menyisihkan uang hampir tidak ada resiko, kalau investasi pasti mengandung resiko, hanya saja kadar resikonya yang berbeda tergantung jenis investasi yang diambil.

 

3. Meraih Mimpi

Setiap keluarga pasti memiliki mimpi. Di awal tadi mbak Prita sudah menyarankan untuk mengkomunikasikan apasih yang menjadi kebutuhan dan prioritas kita dan pasangan. Kebutuhan tersbeut adalah mimpi yang mau diwujudkan, Sebaiknya tiap keluarga memiliki 3-4 impian. Impian tersebut bisa diraih dengan usaha tentunya. Misalnya, mimpi saya dan pasangan adalah berangkat umrah dan berangkat dalam waktu jangka menengah. Untuk berangkat umrah, kami harus siapkan dulu planningnya, kemudian tentukan get to work-nya berapa yang harus saya tabung/invest setiap bulan dan jangka waktunya berapa lama agar saya bisa mewujudkan impian saya itu. Saya juga harus stick to it dengan impian saya tersebut, jangan sampai misalnya di tengah jalan ada promo perjalanan ke Eropa, saya tergiur dan berpindah haluan, No ya. Kemudian Reach Goal :)

visa

 

4. Anggaran Bulanan & Musiman.

Berbicara mengenai anggaran, anggaran dibagi menjadi dua, yaitu anggaran bulanan dan anggaran musiman. Anggaran bulanan diperoleh dari gaji bulanan yang digunakan untuk pengeluaran rutin bulanan. Sementara anggaran musiman itu datangnya dari penghasilan musiman seperti saat menerima THR, Bonus, ataupun tunjangan lainnya dan digunakan untuk pengeluaran & investasi tahunan.

  • Alokasi pos investasi dari gaji Rutin misalnya: 5% untuk dana rumah, 10% dana pendidikan dan 5% dana pensiunan.
  • Alokasi pos investasi dari penghasilan bonus dapat digunakan untuk Dana Liburan dan Dana Belanja

Mbak Prita juga berbagi mengenai bagaimana teknik mengatur pengeluaran, diantaranya:

  1. Buat 3 rekening:  untuk jatah biaya bulanan, dana darurat dan investasi. Jangan lupa yang harus dicatat adalah HARUS DISIPLIN.
  2. Jangan lupa membuat anggaran. Setelah membuat anggaran atau checklist bulanan, terima gaji, dan membagi anggaran sesuai dengan pos rekeningnya.
  3. Cukup mengambil uang tunai di atm sekali seminggu aja

checklist bulanan

Dan terakhir, ininih yang menusuk, quote dari mbak Prita it’s not how much you make, but how much you spend”. Betul atau betul banget?. Terima kasih VISA #IbuBerbagiBijak, Mbak Prita Ghozie atas sharingnya, gak sabar menunggu pembahasan selanjutnya tentang INVESTASI. 

file

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply Novi Ardiani August 30, 2017 at 5:09 pm

    Makasih sharingnya Ipeh….. Bermanfaat buat emak emak nih…..

    • Reply Ipeh August 31, 2017 at 10:30 am

      terima kasih mbak Novi :*
      kapan-kapan aku undang ya ke acara TUM.

  • Reply Yeye September 4, 2017 at 10:08 am

    TFS Pehhh.. Gue nyesel deh ga ikutannn.. Bagus yah acara nya..

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: