Sekolah Alam Bogor Yoona

Home Visit, Tidak Hanya Sekedar Berkunjung ke Rumah

September 18, 2017

Beberapa hari lalu, Yoona dan teman-teman kelas TK nya berkunjung ke rumah. Ini kali kedua Yoona mendapat giliran rumahnya dikunjungi oleh guru dan teman-teman kelasnya. Program berkunjung ke rumah ini dikenal dengan nama Home Visit. Tema home visit kali ini adalah keluarga besar, sama dengan tema kegiatan pembelajaran di sekolah. Saya pun memiliki ide membuat pizza dan mewarnai. Kenapa membuat pizza? masih terkait dengan tema keluarga besar, dulu alm aki (kakek Yoona dari ayah) suka sekali dengan pizza, jadi hampir setiap momen berkumpul dengan keluarga besar dari suami, kami biasanya ke restoran yang menyajikan menu pizza.

Yoona dan teman-temannya berjumlah sekitar 20 anak didampingi oleh 2 orang guru tiba di rumah sekitar pukul 09.00 pagi. Sebelum memasuki rumah, mereka harus tertib, membuka dan menyimpan sendal-sepatu dengan rapi di depan pintu, memberi salam dan salim kepada saya sebagai tuan rumah, kemudian mereka duduk. Ya namanya juga anak-anak, ada aja yang berdiri di atas kursi, dsb. Namun, para guru ini yang selalu mengingatkan dengan “janji” mereka sebelum berangkat. Jadi ketika masih di sekolah, anak-anak dan guru memiliki kesepekatan untuk tertib dan menjadi tamu yang baik selama kegiatan home visit berlangsung.

hv

Home visit dimulai dengan perkenalan. “Gak kenal maka tak sayang, jadi teman-teman harus berkenalan dulu dengan bunda Yoona ya”, begitu kata ibu guru Ayu, salah satu fasilitator di kelas Yoona. Di sini guru memberi kesempatan kepada Yoona sebagai pemilik rumah menunjuk salah satu temannya untuk memulai sesi perkenalan. Setiap anak berdiri menyebutkan nama dan tempat tinggalnya secara bergiliran ke saya. Setelah perkenalan dengan anak-anak ini selesai, saya diminta juga untuk berkenalan dengan anak-anak, kemudian Yoona diminta untuk menyebutkan jumlah orang yang berada di rumah dan namanya siapa saja. Setelah itu, kegiatan home visit pun saya ambil alih. Saya yang menjadi guru anak-anak ini :)

Saya memulai bercerita bahwa kegiatan hari ini adalah membuat pizza dan bercerita bahwa pizza adalah menu favorit keluarga besar Yoona. Saya pun mengambil bahan-bahan membuat pizza dan menunjukkannya kepada mereka. Saya sudah menyiapkan bahan-bahan membuat pizza sebanyak 5 bagian karena anak-anak ini akan dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak, dan masing-masing memiliki tugas berbeda, seperti: mengoles saus tomat di dough yang sudah disiapkan, menaburi sosis, jagung, mayonaise, dan keju mozarella.

Mereka sangat bersemangat. Tidak lupa, mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memulai membuat pizza. Meski sudah diinstruksikan langkah-langkahnya, ada saja anak yang setelah mengoles saus tomat, langsung menaburkan keju, kemudian, sosis dan jagung. Tidak masalah, yang penting mereka bisa belajar membagi tugas, belajar bekerja sama dan belajar bersabar mengantri pizza mereka dimasukkan ke dalam oven, dan membereskan peralatan yang sudah tidak terpakai, serta membersihkan sisa-sisa bahan yang terjatuh.

Sambil menunggu pizza matang, saya sudah menyiapkan kertas untuk mewarnai. Masih sesuai dengan tema, gambarnya masih berhubungan dengan keluarga besar. Anak-anak mengeluarkan pensil warna/crayon yang sudah mereka bawa dari sekolah. Acara mewarnaipun dimulai. Setelah selesai, mereka berfoto dengan hasil karyanya dan mendapatkan reward yaitu, snack yang sudah saya siapkan. Hasil mewarnai ini dikumpulkan oleh ibu guru untuk dibawa ke sekolah. Free time pun tiba, mereka bisa bermain bersama di dalam rumah, ada yang bermain piano, bermain lego, dsb.

Sekitar 10 menit sebelum kegiatan home visit selesai, pizza yang sudah matang saya bagikan. Mereka senang sekali. Karena waktunya terbatas, pizza ini saya bagikan untuk dibawa pulang ke rumah. Guru pun menginformasikan bahwa teman-teman kecil ini akan kembali ke sekolah, jadi sebelum pulang, mereka harus membereskan mainan yang mereka sudah mainkan, merapikan dan mengembalikan ke tempat semula. “Tadi pagi saat teman-teman datang ke rumah Yoona, rumah Yoona bersih dan rapi, jadi teman-teman sebelum pulang, yuk kita membereskan mainan dan merapikannya kembali”, ujar ibu Guru. Kemudian, anak-anak ini kembali duduk rapi. Sebelum mereka kembali ke sekolah, ibu guru kembali mengingatkan kepada anak-anak untuk mengucapkan terima kasih kepada saya sebagai tuan rumah home visit kali ini. Sayapun diminta untuk memberikan pesan singkat kepada mereka.

Mereka pun pamitan, satu persatu salim kepada saya dan mengucapkan terima kasih bunda Yoona. Mereka memakai sandal-sepatu kemudian beranjak pergi ke mobil yang sudah menunggu, mereka kembali ke sekolah. Kegiatan ini pun selesai.

Kegiatan home visit ini terlihat sederhana, tetapi menurut saya manfaatnya banyak sekali, khususnya untuk anak-anak usia TK, diantaranya:

  1. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda, sebelumnya belajar di sekolah, kali ini mereka belajar di luar sekolah. Hal ini mengajarkan bahwa belajar itu bisa dimana saja, bukan hanya di kelas, di sekolah.
  2. Belajar dengan siapa saja. Belajar tidak hanya dengan bapak/ibu guru di sekolah, ayah-bunda bisa juga menjadi guru atau fasilitator
  3. Belajar bisa kapan saja, tidak terpaku pada jadwal belajar di kelas atau di sekolah
  4. Mengajarkan anak menjadi tamu yang baik, sopan, dan menjaga sikap. Mereka diajarkan untuk mengucapkan salam ketika masuk rumah, membuka sendal/sepatu, bersalaman, kemudian duduk dengan baik. Bersikap tenang dan tentunya belajar menghargai tuan rumah.
  5. Anak-anak belajar berkenalan dengan orang lain, keluarga teman-nya yang sebelumnya mungkin mereka tidak kenal. Mereka juga diajarkan untuk berani memperkenalkan diri mereka sendiri. Hal ini dapat menambah rasa percaya dirinya kepada orang lain.
  6. Bagi tuan rumah, tentunya saya bisa berkenalan dengan teman-teman Yoona di sekolah, bisa tahu sedikit tentang karakter teman-temannya, dan tentunya lebih dekat dengan para guru yang datang.

Nah, apakah di sekolah si kecil saat ini sudah ada kegiatan home visit? Kebetulan, di sekolah kedua anak saya di Sekolah Alam Bogor sudah memiliki program ini. Untuk teman-teman yang belum, mungkin bisa mengajukan ke pihak sekolah?

 

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply Yeye September 19, 2017 at 9:35 am

    Di sekolah anak2 udah ada kegiatan itu, Peh..
    Semacam moving class gitu, jadi mereka belajarnya dirumah yang dpt jadwal ketempatan.. Seru sih yah liat mereka :)

    • Reply Ipeh September 20, 2017 at 9:45 am

      seru ya, sama sepertinya konsepnya ya ye.

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: