Education KIB Stories

D-Day: Kelas Inspirasi Bogor 3

November 22, 2015

Setelah melakukan persiapan untuk #KIB3 datanglah hari H, tepatnya tanggal 28 Oktober kami kelompok 2 yang terdiri dari 7 orang dengan latar belakang profesi berbeda berkunjung ke SDN Bendungan 1 Ciawi, meluangkan waktu setengah hari untuk berbagi inspirasi kepada murid-murid di sekolah ini. Saya sendiri mendapat bagian mengajar kelas 3,4,5 dan 6. Hari itu bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, sejak pagi anak-anak serta para guru sudah berkumpul di lapangan, bersiap-siap mengikuti upacara memperingati hari Sumpah Pemuda. Well, udah berapa tahun ya saya gak pernah ikut upacara :p

Setelah upacara bendera, kami disambut dengan Ibu Kepala Sekolah, kami pun memperkenalkan diri kami masing-masing di depan semua murid. Sebelum memulai berbagi inspirasi, kami melakukan ice breaking, yel-yel dan bernyanyi bersama. Pukul 08.00 wib, semua murid kembali ke kelas, dan kamipun bersiap-siap mengajar. Bismillah :)

 

Pertama kali, saya mendapat giliran kelas 3 dan kami belajar dan bermain bersama di Lapangan. Kami duduk bersama di lapangan sekolah, bukan belajar di kelas. Konsep pengajaran saya saat itu adalah bermain dengan es krim. Saya sedikit mengadopsi konsep Business Day di sekolah Lana. Tetapi kenapa es krim? karena semua anak suka makan es krim dan saya berharap anak-anak lebih mudah mengerti. Saya pun sudah mempersiapkan “es krim” dari rumah. Es krim yang saya bikin dari kertas art paper dan diprint. Saya juga membawa crayon dan pensil warna untuk mewarnai es krim. Karena saya ingin berbagi profesi dengan cara bermain, saya pun meminta anak-anak ini untuk berkelompok. Saya memberikan beberapa jenis es krim dan stiknya. Saya meminta untuk tiap kelompok berkreasi dengan es krim yang mereka punya dengan rasa yang mereka kembangkan sendiri, tentunya dengan menggunakan pensil warna/crayon yang sudah disiapkan.

Setelah mereka berkreasi dengan rasa es krim, masing-masing membuat promosi di kertas polos, promosi agar orang-orang tertarik membeli es krim kreasinya. Di beberapa kelas, saya meminta mereka untuk maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil es krim yang mereka buat. Awalnya, mereka sangat malu, jangankan untuk maju ke depan kelas, berbicara apa yang telah dibuat aja malu, tidak berani. Puas rasanya ketika anak-anak ini berani untuk tampil ke depan, bercerita hasil kreasinya, memaparkan idenya. Rasanya luar biasa, terharu.

Setelah mengajar dua kelas (3 dan 5), kami pun istirahat selama 30 menit. Kami berkumpul di ruang guru, disuguhin makanan ringan dari sekolah, ada lontong, pisang, dan beberapa kue lainnya. Tiba-tiba tenggorokan sakit, ya Tuhan masa baru ngajar 2 kelas (sekitar 90 menit) udah sakit tenggorokan gini, bagaimana Ibu/bapak guru yang berjam-jam mengajar dan tiap hari pula. Oh ibu/bapak guru, jasamu tiada tara.

 

Antusiasme setiap kelas juga berbeda, namun mereka sangat manis, helpfull. Kelas terakhir yang saya ajar adalah kelas 4. Kelas 4 ini yang paling banyak jumlah muridnya, sekitar 38 orang. Ketika saya masuk, terlihat mereka sudah gak konsen, ada beberapa malah yang sudah menggendong tas-nya, bersiap-siap pulang. Saya pun mengajak mereka bernyanyi, bertepuk tangan agar mereka bersemangat kembali. Kami pun bermain es krim bersama :)

 

Tak terasa hari itu selesai. Saatnye refleksi dan evaluasi. Sungguh bukan hanya mereka yang belajar dari kami para pengajar/inspirator, tapi saya pribadi juga banyak belajar dari mereka. Capek? pastinya. Tapi rasa itu hilang ketika melihat anak-anak ini tertawa puas, bahagia. Mereka tak lupa menuliskan cita-citanya di pohon cita-cita yang sudah kami siapkan. Banyak yang ingin menjadi pemain bola, tentara, polisi, guru, dokter, pengusaha, orang yang sukses, dan banyak lagi. Ayo berani bermimpi, belajar dan terpenting anak-anak harus menjadi anak yang bahagia. Ini juga menjadi catatan buat saya sebagai seorang ibu untuk kedua anak saya. Menjadi harapan besar saya untuk anak-anak ini dapat mengejar mimpi mereka dengan bahagia, sekolah sebagai tempat mereka belajar menjadi tempat yang menyenangkan untuk mereka mengejar mimpi dan cita-cita.

 

Saya merasa mendapat energi positif untuk melakukan ini lagi, kembali menjadi relawan di Kelas Inspirasi Bogor selanjutnya. Dengan cara sederhana, berbagi cerita, pengalaman dan pengetahuan untuk membangun mimpi anak Indonesia. Terima kasih Kelas Inspirasi Bogor telah memilih saya, semua guru dan kepala sekolah SDN 1 Bendungan Ciawi, semua murid-murid yang sangat manis di SDN Bendungan 1 Ciawi, dan tentunya semua teman-teman para relawan kelompok 2, gank Chibi-chibi Syariah. See you on the next chapter, #KIB4, In syaa Allah.

 

 

 

 

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply ninit December 2, 2015 at 8:31 am

    waaa seru banget peh bisa berbagi di kelas inspirasi. kebayang “seru” yaaa menghadapi anak2 :)
    semoga makin sering berbagi dan menginspirasi yaaa peh.

    • Reply Ipeh December 4, 2015 at 10:15 pm

      Seru dan bikin nagih teh. Semoga bisa berpartisipasi lagi. Aamiin.

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: