Stories

Berkata Jujur

February 16, 2016

Beberapa hari yang lalu, saya dan suami berkunjung ke salah satu coffee shop yang baru buka di Bogor, jaraknya yang gak terlalu jauh dari rumah tak memudarkan niat kesana meski hujan lumayan deras saat itu. Seperti biasa, kami berempat, anak-anak pasti kami ajak. Saya memesan flat white, dan suami memesan short black serta Poffertjes untuk Lana & Yoona. Setelah hampir sejam menunggu Poffertjes tak kunjung datang sayapun menghampiri baristanya yang sungguh terlihat kurang ramah. Hanya menanyakan pesanan saya kenapa belum datang. Tak lama kemudian, terlihat sang barista berjalan ke belakang menuju ke area kitchen tempat Poffertjes dibuat dan kemudian kembali menghampiri saya, mengatakan Poffertjes akan segera diantar. Saya kembali bertanya,  kenapa pesanan saya lama mas? apakah tadi kelupaan? Sang barista menjawab, lama bu karena banyak pesanan poffertjes. Jawaban yang sungguh tidak masuk akal, saya dan suami hanya tersenyum kecewa. Karena cukup lama dan pengunjung yang tidak terlalu ramai, saya tidak melihat pesanan Poffertjes yang berlalulalang di depan saya, ataupun makanan lainnya.

 

Saya pribadi jauh lebih mengerti dan empati jika mas barista tersebut mengatakan “bu maaf tadi pesananannya kelewat, jadi telat dibuatkan”. Saya jauh lebih suka orang yang Jujur tanpa perlu banyak basa-basi, tanpa alasan A, B atau lainnya. Seandainya jika sang barista tadi berkata jujur, saya jauh lebih menghargai. Di dalam kehidupan sehari-hari, sering sekali menemui kejadian seperti ini. Menulis ini juga menjadi catatan penting untuk saya pribadi, bagaimana berusaha menjadi orang yang jujur, mempertanyakan kembali mengenai sejauhmana kejujuran yang ada di dalam diri kita. I respect people that tell me the truth, no matter how hard it is. Mari kita sama-sama belajar menjadi pribadi yang terbiasa berkata dan berperilaku jujur.

Orang yang berkata jujur, akan mendapatkan tiga perkara yaitu kepercayaan, cinta dan rasa hormat (Sayidina Ali) 

Processed with VSCOcam with 1 preset

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply Resna February 17, 2016 at 12:05 pm

    nyebelin yah peh
    biasanya kalau pelayanannya kayak begitu kita jadi males datang lagi deh yah
    bener tidak akan mendapat kepercayaan, cinta dan rasa hormat

    • Reply Ipeh February 17, 2016 at 1:27 pm

      sayangnya ini pertama kali berkunjung, trus dapat pengalaman kurang enak, jadilah bad impression na.
      benar ya na, semoga kita selalu dilunakkan lisannya untuk berkata jujur :)

  • Reply mira February 17, 2016 at 2:04 pm

    Mirip banget sama kejadian blom lama ini. Ke resto steak yg baru buka di mall itu. Trus pesen french fries platter buat anak-anak karena mereka maunya ngemil kentang aja. Beberapa kali nanya, sampe steak yg dimakan ibu+bapaknya udah mau habis, itu kentang gak dateng2. Rupanya waiter kelupaan tapi gak mau ngaku. Malah ngumpet gak mau melayani meja kita lagi. Minta refill minuman juga gitu. Di tinggalin gitu aja dan gak di refill. Sampai Udjo kesel trus dia bawa gelas2 kosong ke tempat para waiter lg bergerombol untuk minta di refill. Gak ada kata maaf sama sekali malah lempar2 kesalahan. Sorry to say semua staff disitu gak kompeten, termasuk kasir dan spv. Jd cukup sekali aja kesana. Kapok gak mau kesana lagi. Padahal apa susahnya sih kalo ngomong jujur ya. Maaf kelewat gak kecatet. :(

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: