Family Products Review

Belajar dari Alam

February 8, 2016

Lana (7 tahun) saat ini bersekolah di salah satu sekolah alam yang ada di Bogor. Seperti yang kita ketahui bahwa yang membedakan sekolah alam dengan sekolah formal lainnya, salah satunya adalah media utama pembelajarannya. Sekolah alam menggunakan Alam sebagai media utama pembelajaran: alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan mengajar, serta alam sebagai objek pembelajaran. Misalnya saja setiap hari Senin ada program farming dan setiap hari kamis ada outbond. Sekolah alam juga memiliki program bank sampah yang pernah saya ceritakan di sini.  Kelihatannya anak-anak yang bersekolah di sekolah alam hanya bermain, tapi ternyata sesungguhnya anak-anak belajar banyak melalui pengalamannya. Penggunaan alam sebagai media belajar, mengajarkan anak untuk lebih aware dengan lingkungannya dan mengetahui aplikasi dari pengetahuan yang dipelajarinya, tidak hanya sebatas suatu teori dari buku. Bulan Maret mendatang, Lana dan teman-temannya juga akan camping di Cibodas selama 2 hari 1 malam. Kebayang rasanya anak kelas satu SD sudah camping tanpa didampingi orang tua, disinilah modal kepemimpinannya dibentuk.

Karena belajar dari alam, tak jarang Lana pulang sekolah dalam keadaan kotor. Kadang baju dan sepatu kena lumpurlah, muka merah, berkeringat. Padahal Lana sendiri sebenarnya memiliki kulit yang sangat sensitif, Lana memiliki riwayat alergi, eksim basah. Awalnya sangat khawatir, tetapi menurut dokter kulit yang biasa menangani Lana, tidak masalah bermain kotor asalkan setelah bermain di luar jangan lupa cuci kaki dan tangan sampai bersih. Menurut suami juga gak masalah, siapa tau dengan belajar dari kotor, alergi-nya bisa sembuh. Bukannya anak-anak banyak belajar dari kotor? Bermain kotor memberikan banyak manfaat bagi anak, diantaranya adalah meningkatkan keberanian, belajar berempati terhadap alam dan lingkungan sekitar, menemukan pengalaman baru, serta dapat meningkatkan kreatifitas anak.

Processed with VSCOcam with hb1 preset

Sebagai seorang ibu, saya pun harus ekstra memperhatikan Lana di rumah, memastikan dia mencuci tangan dan kaki dengan benar dan sampai bersih, mengganti pakaian jika sudah berkeringat. Minum air putih yang banyak serta memastikan Lana dan adiknya Yoona dalam keadaan bersih. Saya pun membekali Lana handuk kering di dalam tas untuk menyeka ketika dia berkeringat banyak di sekolah. Namun kadang saya tetap merasa khawatir dengan kuman, apalagi saat ini kuman makin berevolusi lebih cepat dan kuat seiring berjalannya waktu, salah satunya ditandai dengan munculnya berbagai penyakit baru.  Oleh karena itu, saya butuh perlindungan yang lebih inovatif agar bisa satu langkah lebih awal untuk menghindari kuman penyebab penyakit yang berkembang makin cepat dan beragam.

Untuk urusan mandi saya mengandalkan Lifebuoy clini-shield10. Suka banget dengan inovasi terbaru dari Lifebuoy ini, bentuknya shower gel konsentrat memberikan perlindungan menyeluruh bagi saya dan keluarga terhadap kuman penyebab penyakit yang berevolusi. Adapun kelebihan dari inovasi perlindungan Lifebuoy clini-shield10 dari sabun biasa lainnya adalah:

  1. Bentuknya yang berupa shower gel konsentrat (lebih pekat dari sabun cair biasanya) memungkinkan pemakaian cukup hanya 1 tetes untuk perlindungan menyeluruh.
  2. Penggunaan cukup 1 tetes Lifebuoy clini-shield10, tetapi bisa memberikan perlindungan terhadap kuman penyebab penyakit 10x lebih baik dari sabun biasa lainnya.
  3. Pemakaian menjadi lebih hemat dibandingkan dari pemakaian sabun cair biasanya.
  4. Bentuknya yang tidak begitu besar, memungkinkan praktis untuk dibawa berpergian.

 

Kekhawatiran sayapun berkurang, khususnya kepada Lana ternyata sabun ini cocok untuk kulitnya yang sensitif.  Semoga dengan hadirnya inovasi setetes perlindungan dari Lifebuoy clini-shield10, saya dan ribuan ibu-ibu di luar sana tidak perlu khawatir lagi jika anak-anak bermain kotor, khawatir dengan berbagai kuman penyakit. Belajar melalui pengalaman dan fenomena alam akan membuat kemampuan berpikir anak semakin terangsang. Seperti yang saya kutip di sini, Dr. Arnold Gesell, pakar pendidikan anak usia dini, mengungkapkan pentingnya alam bebas terhadap proses pembelajaran anak usia dini. Menurutnya, “Pengalaman yang paling mendidik adalah interaksi tanpa kata dengan berbagai benda.” Kita tak perlu khawatir jika anak-anak bermain di tempat yang kotor karena kotor bukannya masih bisa dibersihkan? #Cukupsatutetes Lifebuoy clini-shield10 memberikan 10x lebih baik perlindungan dari kuman hanya dengan 1 tetes. Gak percaya? cobain yuk!

 

You Might Also Like

9 Comments

  • Reply Yeye February 8, 2016 at 10:35 am

    Udah nyobain dong dan ok bingit hasilnya.. Secara Millie jg sekolah di sekolah kebun kan yah dan tiap plg sekolah selalu cemong2 hehhee.. Aku pk in lifebuoy clini shield 100 ini hehehe

    • Reply Ipeh February 9, 2016 at 11:25 am

      anak-anak juga pasti senang ya ye, karena busanya banyak. jadi berasa main bubble. Wangi pula.

  • Reply zata February 8, 2016 at 11:34 am

    toss sama Yeye, dah nyobain juga dan suka bangtet sama hasilnya, berasa bersih dan nyaman, wanginya juga sukaaa..

    • Reply Ipeh February 9, 2016 at 11:26 am

      iya zata, keren ya. Plus ngirit pula, #cukupsatutetes aja gitu :)

  • Reply Jade Ayu February 8, 2016 at 2:10 pm

    Seru ya teh. Setetes, tp byk busanya..

    • Reply Ipeh February 9, 2016 at 11:27 am

      ajaib ya, inovasi Lifebuoy emang top deh :)

  • Reply Sandra February 9, 2016 at 11:56 am

    Aku pun dah nyobaiin, enak banget segeeer tiap abis mandi.. Semriwing wangi & brasa bebas kumaan :D

    • Reply Ipeh February 10, 2016 at 12:39 pm

      Seger ya, sama akupun suka wanginya, dan tentunya suka dengan ngiritnya :D

  • Reply edy November 13, 2016 at 11:45 am

    salah satu brand terpopuler

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: