Family Health Iyay

Akhirnya berhasil berhenti merokok

June 2, 2015

Sebenarnya tulisan ini sudah saya post sebelumnya di sini dalam rangka memperingati hari tanpa tembakau sedunia yang diperingati setiap tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Oleh karena itu, pengen banget membantu menyerukan gerakan ini, meski melalui tulisan cerita mengenai suami saya, Iyay yang akhirnya berhenti merokok di blog ini.

Saya berkenalan dengan Iyay (yang kemudian menjadi suami saya) pada tahun 2001 dan pada saat itu ia sudah merokok. Iyay pernah bercerita kalau ia mulai mengenal rokok sejak SMP, berarti sudah bertahun-tahun mengisap rokok, entah sudah berapa ratus batang rokok yang ia isap. Saya pribadi tidak pernah melarang untuk berhenti melakukan kebiasaan buruk ini. Namun sejak saya hamil Lana (anak pertama) pada tahun 2008, saya pernah memintanya untuk berhenti dengan alasan Sebentar lagi kita akan punya anak. Akhirnya ketika Lana lahir, Iyay berhenti merokok. Rasanya senang sekali!

Namun sayangnya, kebiasaan itu datang lagi. Iyay hanya bertahan tiga bulan berhenti merokok, setelah itu ia kembali merokok. Sedih? Pastinya. Tapi saya tidak bisa memaksa. Saya ingin ia berhenti bukan karena saya, anak, atau apapun itu, saya ingin ia berhenti dengan niat dari dirinya sendiri. Saya hanya meminta bahwa kamu merokok harus di luar rumah, bukan di dalam rumah ya. Saya pun kembali hamil anak kedua dan Yoona lahir di bulan Maret 2013. Kebiasaan merokok terus berlanjut, meski hanya 3-4 batang sehari.

Suatu hari, sekitar bulan Mei 2014, Iyay mengatakan akan membeli rokok elektrik dengan alasan ingin mencoba. Akhirnya ia berhenti mengisap rokok tembakau dan menggantinya dengan rokok elektrik. Sekitar bulan Juli 2014, saya tidak pernah melihatnya lagi mengisap rokok elektriknya. Saya diam dan tidak bertanya karena takut kecewa kalau-kalau saya berasumsi bahwa ia berhenti merokok tetapi ternyata tidak, seperti cerita sebelumnya. Meskipun itu rokok elektrik yang konon katanya lebih aman dibanding rokok tembakau, karena rokok elektrik mengeluarkan uap, bukan asap. Namun bagi saya sama saja, sama-sama rokok. Bulan berganti saya tetap tidak pernah melihat mengisap rokok elektrik itu, bahkan wujud rokok elektrik pun tidak pernah terlihat di rumah. Iyay mengaku kalau sudah dua bulan berhenti merokok. Saya hanya diam dan tersenyum, takut kecewa lagi, takut kebiasaan itu muncul lagi.

Akhirnya suami saya benar-benar berhenti merokok. Saya tidak pernah melihatnya mengisap rokok tembakau atau rokok elektriknya. Sudah hampir setahun tidak pernah merokok lagi. Saya ingat percakapan malam itu di rumah:

Saya: kamu udah benar-benar berhenti merokok? // Suami: iya // Saya: kenapa? boleh tahu alasannya?// Suami: mau sehat.

Menurut Iyay, ia berhenti merokok karena ingin SEHAT. Jika ia sehat, mungkin Tuhan akan memberikan umur yang panjang. Tidak merepotkan saya karena ia jarang sakit dan ia ingin melihat pertumbuhan anak-anak sampai dewasa nanti. Selain itu ia tidak ingin anak-anaknya memberikan label perokok kepada Ayahnya :)

Itu salah satu alasannya berhenti merokok. Meskipun saya tahu bahwa memutuskan berhenti merokok itu tidak mudah, tetapi ternyata Iyay bisa, bisa membuktikan niatnya dan mengalahkan kebiasaannya. Akhirnya kebiasaan itu berhenti juga, berhenti merokok, berhenti mengisap dan mengeluarkan asap demi kesehatan. Sehat untuk diri sendiri dan keluarga.

Terima kasih Iyay.

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply Yeye June 2, 2015 at 7:33 pm

    yeay.. Selamat yah.. Semoga bisa menginspirasi yang lain yah..

    • Reply Ipeh June 2, 2015 at 11:04 pm

      amin, terima kasih ye. Semoga semakin banyak yg sadar tentang bahaya rokok ya.

  • Reply ninit June 4, 2015 at 3:29 pm

    iyay kereeen!
    semoga makin banyak yang terinspirasi untuk berenti merokok kayak iyay yaaa peh.

    • Reply Ipeh June 4, 2015 at 6:52 pm

      amin. kata iyay, nuhun teh :)

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: