Family Lana Stories

Play to Learn, Learn to Play

April 21, 2014

Bermain? itulah dunia anak-anak, termasuk untuk anak saya Lana (5 tahun) dan Yoona (1 tahun), karena bermain mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya, mengasah kemampuan motorik dan kognitif mereka. Saya masih ingat ketika Lana bermain pasir di playground komplek rumah kami, kegemarannya bermain pasir, membuat istana buat saya. Melalui bermain dia berimajinasi. Hingga saat ini, dia sering menagih untuk bermain di playground komplek rumah kami, cuma sayangnya kondisi playground jauh berubah, kotor dan tidak terawat. Lana sempat bersedih karena itulah salah satu tempat bermain favoritnya.

2012-04-25 02.00.05

Selain bermain pasir, salah satu kegemarannya adalah menggambar dan mewarnai. Dia sangat puas dan gembira jika coretan warnanya tidak melewati garis, meski perpaduan warna-nya masih sedikit berantakan, tapi Lana tetap berusaha memperlihatkan usaha, membuat gambarnya terlihat bagus. Saya pun selalu memberikan pujian untuk usaha-nya. Sebagai orang tua, kami berusaha untuk meluangkan waktu bermain atau mengawasi dia bermain. Meski kami bekerja, kami berusaha untuk meluangkan waktu bermain meski hanya sebentar, seperti menemani Lana menggambar dan mewarnai tadi. Melihat anak-anak tertawa, rasa lelah langsung hilang seketika, inilah momen yang dapat meningkatkan bonding saya sebagai orang tua kepada anak. Karena saya percaya bahwa dengan bermain ada blessing moment yang dia tunjukkan, dan ini penting untuk perkembangannya. Saya senang sekali dengan istilah Psikolog Anak dan keluarga mbak Roslina Verauli saat menghadiri Blogger Gathering #KidsToday Project yang diadakan oleh Rinso dan beberapa waktu yang lalu, Play to Learn, Learn to Play, setiap kegiatan bermain pasti ada hal yang baru yang dirasakan oleh anak yang kemungkinan tidak akan terulang pada permainan selanjutnya. Inilah yang saya rasakan, ketika Lana bermain pasir dan menghadiahkan sebuah Istana untuk saya. Hadiah yang paling berharga. Menjadi kotor adalah bukti bahwa Lana menikmati hidupnya, berpartisipasi, bereksplorasi dan mendapatkan berbagai pengalaman, “Berani Kotor itu Baik” kok.

Sudah lihat video Rinso “Wajah Bermain” di bawah ini? Benar sekali, saat ini kita sudah sangat sulit menemui taman bermain gratis di sekitar kita. Playgorund favorit Lana di komplek rumah kami pun rusak, perosotan ada yang berlubang, kayu ayunan patah, sehingga jika Lana ingin bermain di taman/playground kami mesti membawanya ke taman Malabar yang jaraknya sekitar 10 kilo dari komplek rumah kami, ya betul kami mesti membawa kendaraan untuk menempuh playground gratis tersebut. Semoga tahun-tahun mendatang semoga semakin banyak taman bermain gratis untuk anak-anak. Karena dengan bermain, anak-anak belajar mengenal dunianya, pelajaran yang tidak didapatkan dari bangku sekolah, pelajaran yang tidak hanya dinilai dari Angka maupun Huruf, melainkan pelajaran hidup untuk perkembangan mereka di masa akan datang. Tetaplah bermain ya anak-anakku, warnai hidupmu dengan senyuman dan kebahagiaan.

 

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply zata April 27, 2014 at 3:20 pm

    Setuju sama Ipeh.., bermain gak usah takut kotor. Kotor bisa dicuci lagi, tapi masa-masa bermain di usia tersebut gak bisa diulang lagi ;p

  • Reply sukie May 12, 2014 at 4:53 pm

    bener Peh…makin susah cari playground yang gratis ya, semua2nya dibangun mall :)
    daan setuju kalau kotor ga usah pusiing :D

    • Reply Ipeh May 13, 2014 at 10:31 am

      Iya benar, playground di mall dan bayar pulak, bayar gak mesti satu orang tp buat pendamping juga. kok bermain jadi mahal? :)

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: